Minggu, 07 Februari 2016

Gangguan Saluran Pernapasan

Gangguan Saluran Pernapasan

Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.
Saluran udara pernafasan tersusun atas: lubang hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai saluran udara respirasi.
Struktur maupun fungsi sistem pernafasan manusia dapat mengalami gangguan atau serangan penyakit. Antara lain:

1. Asma, merupakan penyakit penyumbatan saluran Pernafasan,

Penyebab pasti asma masih belum diketahui. Namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut, diantaranya:
  • Mengidap penyakit bronkiolitis atau infeksi paru-paru saat masih kecil.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit asma atau alergi lainnya yang berkaitan (dikenal sebagai penyakit atopik) seperti alergi makanan, alergi terhadap serbuk sari dan eksim.
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil, terutama jika ibu Anda merokok saat hamil.
  • Lahir dengan berat badan di bawah normal, yaitu kurang dari dua kilogram.
  • Kelahiran prematur, terutama jika membutuhkan ventilator.
  • Memiliki masalah kesehatan atopik lainnya seperti alergi makanan.

Faktor-faktor pemicu serangan asma

Ada beberapa pemicu gejala asma, namun pemicu-pemicu tersebut berbeda-beda bagi tiap penderita. Jika sudah mengetahui apa pemicu asma Anda, cobalah untuk menghindarinya. Berikut ini adalah sejumlah pemicu asma:
  • Alergen, seperti bulu hewan, tungau debu, dan serbuk sari.
  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya disebabkan oleh virus flu dan demam.
  • Obat-obatan seperti obat anti inflamasi non steroid (obat pereda sakit) seperti aspirin dan ibuprofen. Sebagai catatan, aspirin sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun.
  • Iritasi udara, seperti uap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  • Faktor cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin,  cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembab, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet makanan) seperti selai, udang, makanan olahan, makanan setengah matang, minuman sari buah kemasan, dan beberapa wine tertentu yang hanya memicu orang-orang yang rentan.
  • Olahraga (kadang-kadang gejala asma menjadi lebih buruk saat penderitanya melakukan olah raga).
  • Kondisi dalam ruangan, seperti ruangan yang lembab atau berjamur, bahan lantai, bahan kimia karpet, dan tungau debu.
  • Faktor-faktor emosi seperti stres atau tertawa.
  • Alergi makanan tertentu yang disebut juga sebagai reaksi anafilaksis. Contohnya adalah penderita asma yang alergi terhadap kacang-kacangan. Reaksi anafilaksis dapat memicu serangan asma yang lebih buruk pada penderitanya.
2. TBC, penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC". Pada 24 Maret 1882 tersebut, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.

3. Macam-macam peradangan pada sistem Pernafasan, seperti: bronchitis, laringitis, faringitis, pleuritis, sinusitis.

4. Asfiksi, gangguan Pernafasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan, akibat tenggelam, pneumonia dan keracunan.

5. Asidosis, kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.

6. Difteri, penyumbatan oleh lendir pada rongga faring yang dihasilkan oleh infeksi kuman difteri.

7. Pneumonia, infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.


Manusia  bernapas setidaknya 12-20 kali tiap menit. Saluran napas berperan penting atas kegiatan ini. Area mulut, hidung, tenggorokan, laring, dan trakea termasuk dalam saluran napas bagian atas. Sedangkan bronkus, bronkiolus, dan alveoli di paru termasuk dalam saluran pernapasan bagian bawah.

Secara umum, pernapasan berfungsi untuk pertukaran udara yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sistem ini bekerja menyaring udara sehingga memberikan oksigen bagi tubuh. Produk buangan dari sistem respirasi adalah karbondioksida yang akan dikeluarkan saat menghembuskan napas.
Sistem respirasi juga berfungsi untuk menyaring udara yang masuk dari luar tubuh dan menyesuaikannya  dengan suhu dan kelembapan tubuh.  Fungsi penting lainnya adalah sebagai indra penciuman (hidung) dan produksi suara, serta membantu dalam mengatur keseimbangan unsur-unsur internal tubuh saat berinteraksi dengan lingkungan (homeostasis).

Beberapa Bagian Tubuh Yang Terlibat

Meski kegiatan ini jarang disadari oleh kita, sesungguhnya ada banyak organ atau bagian tubuh yang terlibat. Berikut beberapa bagian tubuh yang ikut serta dalam sistem respirasi.
  • Rongga hidung
Rongga hidung memiliki rambut-rambut kecil yang berguna untuk menyaring udara yang masuk. Bagian dalam hidung ini dilapisi oleh membran mukosa yang mampu memproduksi lendir sehingga hidung tetap lembap.
Selain untuk menjaga kelembapan, lendir juga berperan untuk menangkap debu-debu yang masuk saat bernapas. Lalu dikeluarkan baik melalui bersin atau dikeluarkan secara manual.
  • Sinus
Ruangan yang terletak sepanjang sisi hidung berisi rongga udara inilah yang disebut sinus. Salah satu fungsi rongga berisi udara ini adalah membuat bobot tengkorak menjadi lebih ringan.
Fungsi lain sinus adalah membuat kelembapan udara yang dihirup tetap terjaga. Kegunaan sinus lainnya adalah memperkeras suara yang muncul.
  • Faring
Faring adalah ruangan di belakang rongga mulut. Selain berperan dalam sistem respirasi karena terhubung ke laring, faring juga memiliki peran penting dalam sistem pencernaan karena terhubung ke kerongkongan. Dalam sistem respirasi, udara akan melalui bagian ini sebelum mencapai alveoli di paru-paru. Fungsi faring lainnya yang tak kalah penting adalah untuk vokalisasi seseorang.
  • Laring (pangkal tenggorokan)
Bagian ini dilindungi oleh jaringan tulang rawan yang membentuk jakun. Fungsi utama laring bagi manusia selain bernapas adalah untuk menelan. Bagian yang terletak antara faring dan trakea ini penting untuk fungsi komunikasi karena pita suara seseorang terletak di sini.
  • Trakea
Bentuk trakea adalah seperti pipa, yang terdiri atas 20 buah tulang rawan. Dengan letaknya yang tepat di bawah laring, trakea memiliki fungsi utama dalam pernapasan sebagai saluran pernapasan utama menuju paru-paru.
Nama yang umum dikenal untuk trakea adalah batang tenggorokan. Organ ini akan memanjang dan melebar sedikit dari ukuran semula saat seseorang menarik napas dan kembali ke ukuran semula saat membuang napas.
  • Bronkus
Bronkus adalah lorong yang merupakan pemasok udara bagi paru-paru dari trakea.  Bronkus memiliki dua cabang yakni kanan dan kiri. Kedua cabang tersebut kemudian memiliki banyak cabang saat mencapai paru-paru, yang dinamakan bronkiolus. Lalu, bronkiolus-bronkiolus ini kemudian akan berakhir di kantung udara dalam paru-paru yang disebut alveoli.
  • Paru-paru
Inilah organ utama dalam sistem respirasi manusia. Organ yang berperan sebagai penyuplai oksigen dan membuang karbondioksida ini merupakan salah satu organ terbesar yang dimiliki tubuh. Paru-paru manusia memiliki sekitar 700 juta alveoli sebagai tempat terjadinya pertukaran oksigen dengan karbondioksida.
Paru-paru akan mengembang saat memasukkan udara dan kembali ke ukuran semula saat udara keluar. Hal tersebut terjadi karena organ ini dilapisi lapisan tipis yang bertindak sebagai pelumas.
  • Diafragma
Bagian ini adalah otot utama dalam sistem respirasi yang memisahkan rongga dada dan perut. Otot diafragma yang berkontraksi akan membuat paru-paru mengembang saat menghirup udara dan mengempis saat mengeluarkan napas.

Gangguan Saluran pernapasan pada dasarnya dapat di sembuhkan, dengan kita melihat kronologinya maka dapat kita pastikan langkah apa yang harus kita lakukan, dan untuk ini pemakain herbal yang tepat sangatlah menunjang proses kesembuhan. 
.
.
.
Herbal Sehat Paru, KLIK DI SINI

0 komentar:

Posting Komentar