Minggu, 07 Februari 2016

Virus Rubella

Virus Rubella

"Imunoglobulin adalah suatu antibodi, yang muncul setelah tubuh terpapat suatu mikroorganisme, baik melalui vaksinasi maupun melalui infeksi langsung oleh mikroorganisme tersebut. Imunoglobulin M (IgM) merupakan imunoglobulin yang muncul pada saat sedang terjadi infeksi atau baru saja mengalami infeksi. Sedangkan imunoglobulin G (IgG) adalah imunoglobulin yang muncul setelah tubuh membentuk kekebalan terhadap virus tersebut. Dalam kadar tertentu, IgG dapat menunjukkan status kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Jika kadar IgG Rubella lebih dari 10 IU/ml, maka orang tersebut telah memiliki kekebalan terhadap virus Rubella. Namun jika kadar IgG Rubella kurang dari 7 IU/ml, dan kadar IgM Rubella kurang dari 0,9 IU/ml, orang tersebut tidak memiliki kekebalan terhadap Rubella." begitu kurang lebihnya kata dr. Agataha Dinar.

Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala campak yang biasanya muncul adalah:
  • Mata merah.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Gejala menyerupai pilek seperti radang tenggorokan, hidung beringus atau tersumbat.
  • Mengalami demam.
  • Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.
Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala,  kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika mencurigai anak Anda menderita campak. Diagnosis campak bisa dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk memastikan diagnosis campak, sampel air liur diambil untuk tes.
Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).
 
Bagi penderita campak, virus campak ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat mereka bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini.
Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam, akibatnya, virus ini bisa bertahan menempel pada benda-benda. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak, lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.
Campak lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.

Komplikasi dari campak bisa sangat berbahaya. Meski jumlah penderita komplikasi campak cukup sedikit, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Contoh komplikasi akibat campak adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia) dan infeksi otak (ensefalitis). Kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi adalah:
  • Bayi di bawah usia satu tahun.
  • Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk.
  • Orang dengan penyakit kronis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pengobatan Penyakit Campak
Sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan melawan infeksi virus campak. Tidak obat khusus untuk menangani campak. Kondisi penderita biasanya akan membaik tanpa perawatan khusus dalam waktu satu hingga dua minggu.
Sebelum sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus, kondisi tubuh pada awalnya bisa tidak nyaman akibat gejala campak yang dialami. Terdapat beberapa cara yang bisa membantu kekebalan tubuh dalam melawan virus campak:

PROPOLIS Solusi Melawan Virus dan Bakteri

Meningkatkan Asupan Cairan
Berikan banyak air minum pada anak untuk menghindari dehidrasi. Konsumsi air juga bisa melegakan tenggorokan yang gatal akibat batuk. Ingatlah bahwa ketika tubuh sedang demam, kebutuhan akan cairan pun meningkat.

Mengendalikan Demam dan Mengurangi Rasa Sakit

Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui obat-obatan mana yang lebih tepat sesuai dosis dan aturan pakainya. Umumnya bagi orang dewasa yang mengalami demam dan rasa sakit, bisa diberikan parasetamol atau ibuprofen. Anda bisa memberikan parasetamol dalam bentuk cair untuk anak Anda.

Mengatasi Sakit Mata yang Terjadi

Gunakan kain katun yang direndam air untuk membersihkan kotoran matasemasa infeksi campak. Mata penderita campak akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Untuk mengatasi ini, tutup jendela dengan tirai atau mengganti lampu yang lebih redup saat malam hari.

Mengobati Gejala Lain     

Ada kemungkin akan muncul gejala yang mirip seperti pilek seperti hidung berair atau batuk. Anda bisa mengonsumsi minuman hangat untuk meredakan gejala ini. Selain itu, Anda bisa melakukan terapi menghirup uap.
Untuk anak kecil, Anda bisa memandikannya dengan air hangat. Minuman hangat mengandung jeruk limun dan madu bisa diberikan pada anak kecil. Perlu diingat, untuk anak kecil di bawah satu tahun sebaiknya tidak diberikan madu.

Mewaspadai Kemunculan Penyakit Serius

Waspadailah akan terjadinya komplikasi yang mungkin muncul ketika tubuh sedang berperang melawan infeksi ini. Tanda-tanda munculnya kondisi yang lebih serius adalah:
  • Susah dibangunkan atau kesadaran yang menurun
  • Gejala dehidrasi seperti mulut yang kering dan kurangnya frekuensi buang air kecil
  • Batuk darah
  • Kejang-kejang
  • Kebingungan
  • Sesak napas
  • Sakit pada bagian dada, terutama saat bernapas
Hubungi atau datang langsung ke rumah sakit terdekat jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala seperti di atas.

0 komentar:

Posting Komentar